Tips Mendesain dan Mendekorasi Kamar Anak Minimalis agar Lebih Estetis serta Nyaman Ditempati

Dengan desain minimalis, kamar tidur anak akan terlihat lebih rapi dan membuatnya leluasa beraktivitas

Desain minimalis di rumah tentunya diterapkan di setiap ruangnya, termasuk kamar tidur anak. Moms perlu tahu tips membuat kamar anak minimalis agar selain estetis, juga rapi dan nyaman ditempati.

Tumpukkan mainan, seprei yang berantakan, hingga corat coret dinding membuat kamar anak jadi terlihat tak terurus, kotor, dan penuh dengan barang-barang.

Kondisi tersebut tentu membuat Moms dan Si Kecil menjadi tidak nyaman berada di kamar. Padahal, seharusnya kamar anak menjadi tempat paling aman dan nyaman untuk anak.

Mendesain dan mendekorasi kamar anak minimalis bisa jadi solusi agar kamar anak terlihat lebih rapi, ringkas, dan mudah ditata.

Dengan desain minimalis, Moms juga bisa mengajarkan anak nilai-nilai hidup yang lebih sederhana dan tidak menumpuk-numpuk barang yang tak terpakai atau tak bisa digunakan.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini inspirasi desain dan dekorasi kamar anak minimalis.

Tips Desain Kamar Anak Minimalis

Jika Moms bingung bagaimana mendesain kamar anak minimalis, sebaiknya cek tipsnya berikut ini.

1. Buat Area yang Cukup Luas untuk Bermain Anak

Desain kamar anak minimalis yang ideal untuk meminimalkan kekacauan dan tetap memaksimalkan ruang adalah memberikan lebih banyak area lantai untuk anak-anak bermain.

Alih-alih mengisi kamar tidur anak-anak dengan mainan dan pajangan warna-warni, mengapa tidak memberikan ruang bagi mereka untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan?

Ketika Moms membatasi jumlah mainan anak, maka diharapkan dapat memperluas imajinasi mereka.

Hal tersebut dibuktikan dengan penelitian ilmiah oleh Strick dan Schubert dalam eksperimen yang mereka lakukan untuk mempelajari bagaimana anak-anak TK akan merespons ketika mainan dihilangkan.

Studi ini menemukan, ketika ada kekurangan sumber daya, anak-anak lebih cenderung menggunakan imajinasi mereka untuk menemukan bentuk hiburan baru.

Para peserta akhirnya membuat permainan mereka sendiri dan menggunakan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka untuk bersenang-senang.

Biasakan untuk tidak menghujani anak dengan ragam mainan.

Biarkan mereka menemukan bahwa karunia imajinasi menawarkan petualangan yang lebih menarik daripada yang dapat diberikan oleh boneka atau mobil mainan mana pun.

2. Pilih Warna yang Digemari Si Kecil

Saat mendesain kamar tidur anak minimalis, perhatikan warna-warna yang digunakan.

Pilih palet warna monokromatik yang sesuai dengan selera Moms dan anak-anak.

Tambahkan warna lain jika menurut Moms desain monokromatik dirasa kurang. Namun, tetapkan batasan jumlah warna yang akan digunakan pada kamar tidur anak.

Dengan demikian, kamar anak akan terlihat lebih rapi, bersih, dan luas.

Alasan lain Moms harus fokus pada warna saat mendesain ulang kamar tidur anak adalah karena warna tersebut membantu meningkatkan rutinitas tidur anak.

Dilansir dari Travelodge, warna biru adalah warna yang paling merangsang tidur untuk kamar tidur. Ini memperlambat detak jantung dan mengurangi tekanan darah.

Akibatnya, orang yang tidur di kamar berwarna biru biasanya dapat tidur selama 8 jam setiap harinya.

Pada urutan kedua dan ketiga yang dapat membuat tidur lebih nyenyak adalah warna kuning dan hijau.

Warna yang harus dihindari adalah ungu, cokelat, dan abu-abu. Ungu dapat merangsang pikiran, jadi sama sekali tidak ideal untuk digunakan di kamar tidur.