Kesan awal sangat penting bagi agen properti agar bisa memikat orang lain. Begitu juga dengan bagi agen properti. Untuk memikat klien, kesan awal mereka akan menjadi salah satu pertimbangan klien tertarik. Jika salah dalam bersikap pada kesan pertama, bisa-bisa anda kehilangan klien potensial.

Jika anda agen properti baru, mungkin pernah menemui masalah ini. Sebenarnya potensi kehilangan klien ini bisa dikurangi jika anda melakukan beberapa langkah ini.

Kuasailah Detail Profesi Agen
Calon klien bisa yakin dengan anda, jika anda memiliki pengetahuan tentang profesi anda. Kemukakan keuntungan menggunakan jasa anda, etika anda bekerja, hingga sertifikasi profesi yang anda miliki. Hal ini menunjukkan anda adalah agen properti profesional.

Jelaskan tentang profesi anda beserta cara kerjanya dan regulasinya. Agen properti adalah profesi resmi dan diakui negara. Bahkan ada asosiasinya. Jelaskan kerugian jika konsumen menggunakan jasa agen properti abal-abal.

Jika anda bergabung dengan kantor agensi properti, jelaskan singkat tentang kantor di mana anda bernaung. Singkat saja, tanpa menggurui apalagi bertele-tele

Gunakan Banyak Kanal Marketing
Klien anda akan datang dari banyak pihak. Oleh karenanya, gunakan banyak kanal marketing. Mulai kaal paling tradisional, promosi dari mulut ke mulut. Rekomendasi dari orang terdekat konsumen paling dipercaya. Pengalaman bagus satu konsumen, akan disebar ke lingkaran dekat mereka.

Merambah iklan offline seperti brosur, baliho, dan spanduk juga berguna. Marketing fisik ini perlu menyasar di keramaian, untuk menjaring konsumen dari keramaian umum. Iklan online dan media sosial juga penting. Zaman ini, pencarian properti di ranah daring makin mendominasi. Branding anda sebagai agen properti di ranah online adalah hal yang wajib.

Bersikap Profesional
Sikap profesional bisa anda miliki jika anda sudah tahu detail tentang profesi anda. Baik profesional secara penampilan, maupun secara komunikasi. Gunakan pakaian yang resmi, bukan kostum informal. Komunikasilah dengan bahasa yang resmi namun tetap akrab. Baik dalam komunikasi lisan dan tulisan.

Dalam berkomunikasi, anda perlu aktif dan bersikap asertif. Jika klien tak menghubungi anda balik, aktiflah menghubungi mereka dengan sopan dan tak perlu agresif. Anda justru harus asertif. Asertif adalah sikap mengkomunikasikan apa yang diinginkan dan dipikirkan kepada orang lain, tapi tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain.

Anda tak perlu bernafsu apalagi memburu klien. Anda perlu memberi pencerahan kepada publik tentang profesi anda, sehingga mereka paham tentang agen properti. Jika calon klien memang belum layak kondisi finansialnya untuk membeli properti, jangan paksa mereka. Edukasi klien tentang properti dan perbankan. Jelaskan risikonya jika belum layak.

Konsumen datang kepada anda untuk memecahkan masalah mereka. Memaksa mereka membeli properti, padahal belum layak, justru akan menjebloskan konsumen kepada masalah baru. Dengan mengedukasi konsumen, sebenarnya anda mempromosikan profesi anda, dan diri anda sendiri. Jika mereka puas, konsumen akan merekomendasikan anda kepada orang lain.

Ketahui Informasi Produk dan Turunannya
Konsumen perlu tahu apa yang akan mereka beli. Dan agen adalah pintu pertama mereka tahu produk itu. Maka, tak ada jalan lain selain, anda harus menguasai informasi tentang produk tersebut (product knowledge). Pahami kebutuhan konsumen dan produk apa yang cocok buat mereka. Paparkan apa bagaimana produk itu bisa memenuhi kebutuhan konsumen. Jelaskan pula mekanisme pembiayaan yang sesuai dengan profil finansial mereka.