Sarana marketing properti banyak jenisnya. Baik secara online maupun offline. Di ranah offline, kita kerap menemukan brosur yang dibagi-bagikan. Atau disodori rumah maket miniatur untuk menunjukkan rumah yang ditawarkan. Tak jarang, ada undangan untuk sekadar kongkow ngopi dan makan siang bareng di lokasi perumahan yang dijual. Satu cara lain adalah pameran properti alias properti expo.

Berburu rumah memang susah-susah gampang. Kunci utamanya adalah kenali kebutuhan anda, dan keluarga. Di lokasi mana rumah yang anda inginkan, serta spesifikasi seperti apa rumah idaman anda. Ingat pula kemampuan finansial anda. Apakah anda ingin membeli secara cash atau dengan KPR. Jika KPR, berapa uang muka yang anda sanggupi, dan berapa lama tenor yang akan anda rencanakan. Jika empat hal ini belum anda tentukan, jangan datang dengan serius ke pameran properti. Anggap saja cuci mata. Namun jika empat hal tersebut sudah anda tentukan, maka anda layak datang dengan niat berburu rumah. Oke, apa saja yang perlu anda ketahui sebelum datang ke pameran properti?

Jangan Pergi Sendiri
Walau anda masih single, pergi sendiri ke pameran properti tak disarankan. Sebab, dengan pergi bersama teman, akan ada orang lain yang bisa mengontrol emosi anda. Penentuan pilihan rumah juga bukan hanya berdasar satu perspektif. Teman anda bisa memberi pertimbangan lain, yang mungkin tak terlintas di benak anda.

Ingat, pameran adalah sarana penjualan. Untuk menjual, trik-trik marketing pasti dijalankan. Entah dengan diskon, bebas biaya tertentu, atau gratis perabotan. Tapi kemudahan-kemudahan itu belum tentu anda butuhkan. Untuk menjaga niat awal anda, perlu ada orang yang mengingatkan.

Jika anda sudah berkeluarga, jelas anda harus pergi ke pameran bersama keluarga. Rumah yang anda akan beli akan ditempati bersama. Jadi pertimbangan anggota keluarga lain jelas sangat penting di sini. Kebutuhan masing-masing anggota keluarga harusnya bisa diakomodasi.

Jangan Sungkan Bertanya
Teliti sebelum membeli. Nasihat klise ini bukan abal-abal. Membeli rumah adalah urusan besar dan penting. Jika ada hal-hal yang menjadi pertanyaan anda, ajukan. Jangan pernah berasumsi. Misal, apa saja yang menjadi fasilitas. Jangan pernah berasumsi bahwa semua rumah pasti ada fasilitas dapurnya. Tanyakan apakah rumah sudah dilengkapi dapur? Apa saja isinya? Apakah kitchen sink sudah ada? Jangan sampai anda kecewa hanya karena lupa bertanya. Pastikan apa yang menjadi ganjalan diberi penjelasan. Bahkan jika perlu, ada hitam di atas putih.

Ketahui Lokasi Aslinya
Anda memang bisa bertemu dengan tim marketing langsung. Atau melihat brosur dan maket rumahnya. Hingga bagaimana denah dan akses ke rumah yang akan anda beli. Tapi, semuanya belum tentu sesuai seperti kenyataannya. Peta dan jalan dalam brosur mungkin tampak menarik. Tapi kenyataan bisa terbalik.

Maka, anda harus benar-benar mengenal lokasi asli rumah yang akan anda beli. Sehingga anda memang mengenali secara langsung wilayah properti yang akan anda beli. Bukan hanya lewat brosur atau bujukan pemasar. Mengenali satu wilayah adalah unsur penting sebelum menentukan pembelian.

Siapkan berkas persyaratan dan booking fee
Pameran properti adalah one stop shoping property. Akan ada banyak pilihan rumah dan apartemen yang ditawarkan. Para penjual hanya punya waktu terbatas beberapa hari dalam pameran. Ongkos yang mereka tanggung tak kecil untuk bisa ikut berpameran. Maka, mereka tentu ingin closing penjualan selama pameran. Di sisi lain, banyak konsumen yang ikut hadir. Tentu semua konsumen mencari rumah yang bagus, murah, dan berada di lokasi strategis. Jika ada, rumah ini tentu jadi rebutan konsumen. Jika anda benar menemukan rumah idaman itu dalam pameran, maka anda harus sigap. Maka, berkas persyaratan beserta booking fee harus segera anda setorkan.