Prinsip Desain Dekorasi Minimalis untuk Interior yang Simpel Tapi Elegan

Prinsip Desain Dekorasi Minimalis untuk Interior yang Simpel Tapi Elegan | Foto artikel Arsitag

Dengan setumpuk aktivitas di luar rumah, siapa pun pasti ingin segera pulang dan menemukan ketenangan. Sementara itu, menjaga rumah agar tetap bersih dan rapi juga butuh effort yang tidak sedikit.

Karena itu, memilih dekorasi rumah minimalis atau dekorasi rumah sederhana adalah solusi yang tepat untuk Anda. Bayangkan rumah yang lebih simpel tanpa adanya tumpukan barang-barang di berbagai sudut. Sangat menyenangkan, bukan?

Untuk menjaga pikiran tetap fresh saat berada di rumah, simak beberapa tips dekorasi simpel bebas berantakan berikut ini!

 

Singkirkan Semua Permukaan dari Tumpukan Barang-barang
Rumah minimalis yang bebas tumpukan, oleh Erwin Kusuma, via Arsitag.com

Rumah minimalis yang bebas tumpukan, oleh Erwin Kusuma, via Arsitag.com
Coba lihat ke sekeliling Anda saat ini, apa yang Anda temukan? Kalau masih ada tumpukan kertas, baik itu surat maupun majalah dan koran, kunci, ataupun sepatu yang berterabaran di mana-mana, itulah yang harus mulai Anda benahi.

Jika Anda ingin mengadopsi nuansa minimalis ke dalam rumah Anda, semua harus dibersihkan.

Tanyakan pada diri Anda barang-barang apa saja yang bisa disingkirkan. Apakah sepatu-sepatu itu bisa dimasukkan ke gudang? Ataukah kertas-kertas yang akan dibuang ke tempat sampah? Tentukan skala prioritas dan pastikan hanya benda-benda yang penting yang ada di sekitar Anda.

Gunakan Warna Dasar yang Netral
Ruangan dengan warna putih yang netral, foto oleh Hutomo Abrianto, via Unsplash

Desain interior minimalis klasik adalah tentang warna dasar. Salah satu opsi yang banyak dipilih untuk ruangan minimalis adalah putih. Sayangnya jika salah eksekusi, ruangan dengan warna dasar putih akan terasa membosankan. Padahal, minimalis yang sebenarnya justru memberi kesan sebaliknya.

Putih dengan undertone kuning memberikan tampilan yang hangat dan creamy. Sementara, undertone biru memberikan tampilan yang lebih tajam. Biasanya, cahaya alami akan membuat ruangan terasa lebih hangat, jadi Anda bisa menggunakan warna yang lebih sejuk sebagai penyeimbang.

 

Gunakan Konsep “Satu Masuk, Satu Keluar”
Hindari membeli barang baru terus menerus, interior karya HelloEmbryo, via Arsitag.com

Kita biasanya memiliki kecenderungan membeli banyak barang-barang baru dalam waktu singkat. Lemari makan, kursi tamu, belum lagi printilan dekorasi. Inilah yang kerap jadi masalah dan membuat ruangan terasa penuh. Sebagai solusi, Anda disarankan untuk menggunakan filosofi Colleen Madsen: “Satu masuk, satu keluar.”

Jadi, ketika Anda ingin membeli barang baru, pastikan ada satu item yang bisa Anda keluarkan karena tidak lagi digunakan. Dengan begitu, ruangan tidak akan sumpek dan Anda akan mempertimbangkan diri dengan baik sebelum membeli barang baru.

 

Utamakan Fungsi dan Gaya
Maksimalkan ruangan dengan memilih furnitur yang tepat, interior karya HelloEmbryo, via Arsitag

Karena Anda tidak bisa memasukkan sembarangan furnitur ke dalam rumah, apa pun harus dipilih dengan baik. Apakah sofa Anda memiliki fungsi maksimal dan desainnya akan mendukung tampilan ruangan? Bagaimana dengan tempat tidur Anda. Memiliki perabotan dengan fungsi dan gaya optimal adalah kunci penting mendesain rumah dengan gaya minimalis.

Masukkan Elemen Alami
Komponen alami untuk menghidupkan suasana, foto oleh Cat Han, via Unsplash

Seimbangkan warna putih dan garis-garis tegas dalam ruangan di rumah Anda dengan komponen yang alami. Sebut saja, keranjang rajut dari rotan, atau pot berisi bunga dan sukulen. Keberadaan benda-benda berbahan alami ini akan menghidupkan suasana di dalam ruangan.

Itulah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat tampilan di dalam rumah terlihat minimalis, namun tetap elegan. Selamat bereksperimen!