Banyak hal menarik saat berbicara tentang properti. Untuk menjadi expert di bidang ini butuh puluhan tahun bahkan bisa lebih.

Hal menarik yang perlu diketahui tersebut baik dari sisi penjual, pembeli maupun mediator serta pihak-pihak terkait diantaranya PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), Badan Pertanahan Nasional serta yang tidak kalah penting adalah pihak desa yang sangat mengetahui riwayat properti.

Makelar atau broker, semacam mediator atau penghubung antara pihak penjual yang memiliki barang dengan pembeli sebagai pihak yang membutuhkan barang.Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Obyeknya bisa macam-macem, bisa mobil, sepeda motor, kendaraan besar, kapal, bahkan senjata perang antar negara pun pernah kita dengar.

Untuk kali ini kita batasi hanya makelar atau broker dalam lingkup properti saja yang dikupas itupun tidak sampai tuntas hanya kulitnya saja.

Namun cukup untuk membuka wawasan kita sebagai masyarakat awam supaya tidak melulu underestimate apalagi apriori kepada para makelar atau broker properti.

Ada dua jenis makelar properti, makelar resmi bersertifikat di bawah naungan property agency dengan sebutan broker.

Dan makelar freelance atau tidak resmi, eits, tapi anda jangan berasumsi jika tidak resmi sama dengan ilegal ya, bukan seperti itu.

Tugas dan job desc makelar/broker mempertemukan sekaligus memediasi antara pihak penjual dan pihak pembeli, menemukan harga di satu titik yang pas dan cocok diantara kedua belah pihak.

Diantara tugas makelar/broker, mendampingi pembeli melakukan kunjungan. Setelah dirasa cocok dan pembeli berminat atas obyek yang ditawarkan, langkah selanjutnya melakukan negosiasi harga.