Agen properti adalah profesi yang menjanjikan. Dengan komisi agen properti hingga 3 persen untuk jasa jual beli, nilai ini akan besar jika nilai properti yang laku juga besar. Jika properti yang dijual seharga Rp1 miliar, maka setidaknya ada komisi agen sebesar Rp30 juta. Tak heran, banyak orang menjajal profesi jadi agen properti. Entah menjajal hanya sebagai profesi sampingan atau terjun langsung menjadi agen properti profesional.

Tapi tak semua orang bisa langsung bisa menjadi agen properti. Apalagi agen properti independen. Sebabnya sederhana, mereka tak tahu bagaimana cara menjadi agen properti.

Lalu, bagaimana tips cara menjadi agen properti independen?

Sama seperti profesi lain, agen properti independen biasanya dilakoni oleh agen yang sudah berpengalaman. Maklum, agen properti adalah profesi keahlian yang membutuhkan pengetahuan dan kemampuan, tentunya juga pengalaman. Jika Anda agen properti pemula, biasanya tak disarankan menjadi agen independen. Tapi itu tak salah. Jika Anda ingin menjadi agen properti independen sejak awal, maka cara pertama yang bisa dilakukan adalah mencari pengetahuan tentang profesi agen properti.

Cara menjadi agen properti bisa dimulai dengan membaca buku tentang agen properti. Sudah banyak buku-buku yang membagi pengalaman menjadi agen properti. Di sisi lain, konten di internet yang mengupas profesi agen properti juga banyak. Entah itu situs dalam negeri maupun situs asing.

Karena profesi ini lekat dengan urusan pemasaran, maka Anda juga harus belajar tentang pemasaran (marketing). Entah itu marketing online ataupun marketing offline. Anda bisa belajar tentang media sosial, email marketing, atau bahkan video-blogging sebagai sarana memasarkan properti.

Anda juga bisa mendaftar pelatihan-pelatihan tentang agen properti. Pada beberapa agensi pemasaran properti, mereka bahkan membuka peluang belajar tentang seluk beluk properti. Mereka juga membuka peluang untuk bergabung. Tapi jelas ini bukan untuk agen properti independen.

Nah, jika dirasa pengetahuan mulai ada, ikutlah sertifikasi profesi agen properti. Ingat profesi ini sudah diakui oleh negara. Maka, urusan kemampuan kerjanya juga diatur oleh asosiasi profesi agen properti. Sertifikasi ini fungsinya untuk menguji bagaimana pengetahuan agen properti. Bukan hanya soal pemasaran. Namun juga soal legalitas, kerja sama, hak-hak konsumen, juga aspek lainnya.

Jika Anda bisa langsung lulus dalam sertifikasi ini, maka jaminan profesionalitas bisa Anda miliki. Namun tetap harus bersikap dan bekerja dengan profesional.

Jaminan profesional bisa Anda tambah dengan mendaftarkan diri ke dalam asosiasi profesi agen properti. Asosiasi profesi ini biasanya menjadi tempat bernaung mereka yang menjadi agen properti. Ada banyak keuntungan jika Anda bergabung. Anda jelas secara sah diakui sebagai agen yang legal. Anda makin dipercaya karena calon klien bisa mengecek rekam jejak Anda di asosiasi profesi. Di sisi lain, Anda punya tempat berbagi jika menemui kendala atau masalah dalam pekerjaan agen properti.

Lalu dari mana Anda memperoleh listing alias rumah yang dijual? Listing ini bisa mulai Anda jarring dari lingkungan terdekat. Misalnya tetangga, keluarga, teman-teman yang tengah menjual properti mereka. Tawarkan dan jelaskan jasa Anda, apa kelebihan menggunakan jasa Anda.

Itu bisa Anda lakukan di ranah offline. Di dunia maya, Anda juga bisa menawarkan jasa lewat akun media sosial dan situs web. Sapa teman-teman dekat Anda yang satu wilayah, siapa tahu sanak family, kawan, atau mungkin rekan kerja dari teman-teman itu ada yang sedang menjual properti, Anda bisa ajukan diri membantu.

Jika Anda sudah biasa melakukan itu, maka Anda akan tahu siapa atau kelas masyarakat apa yang menjadi pasar kerja Anda. Anda juga makin terspesialisasi. Entah menjadi agen dengan spesialisasi properti tertentu, atau agen properti dengan spesialisasi wilayah tertentu.

Misalkan Anda adalah agen properti spesial ruko di daerah Kota Bogor. Nah, dengan spesialisasi ini, maka Anda makin mudah mendekati segmen pasar Anda. Jika properti spesialisasi Anda adalah ruko, maka Anda perlu bergaul dengan para pengguna ruko. Misalnya kalangan pengusaha UMKM. Bergaulah dengan mereka, ikutlah nongkrong dengan kalangan pengusaha ini.