Rumah sekunder adalah rumah yang telah berpindah tangan dari pemilik pertama kepada pemilik kedua, yaitu sebuah rumah yang awalnya dibeli dari pengembang perumahan untuk kemudian dijual kepada pemilik berikutnya atau singkatnya rumah sekunder adalah rumah seken (second).

Pasar rumah sekunder, tempat bertemunya para investor atau orang kebanyakan yang  menanamkan duitnya dalam bentuk properti khususnya rumah seken dengan end user rumah, dengan atau tanpa keterlibatan broker/property agency.

Para investor ini berasal dari latar belakang yang beragam, dari pekerja kantoran, pengusaha, profesional (dokter, bidan, pengacara, psikolog dan lain-lain), ibu rumah tangga yang menyisihkan sebagian duitnya untuk diinvestasikan dalam wujud properti rumah daripada disimpan di rekening bank dalam bentuk deposito sekalipun, karena lebih produktif. Semaraknya investasi dalam bentuk properti beberapa puluh tahun yang lalu, ditambah dengan “mudahnya” berinvestasi dalam bentuk properti terutama properti rumah yang diiringi cuan yang menjanjikan.

Berdampak semakin banyaknya jumlah investor yang masuk dalam bidang ini terutama pasar properti rumah seken.  Terdapat dua tujuan investor pasar rumah sekunder dalam berinvestasi properti rumah dengan cara membeli dari pengembang perumahan,

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Investor Properti Rumah Sekunder di Tengah Himpitan Pasar Rumah Primer Milik Pengembang Perumahan”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/omnanks/63e8f2ee166b4256ed6abf22/investor-properti-rumah-sekunder-di-tengah-himpitan-pasar-rumah-primer-milik-pengembang-perumahan

Ketika ketersediaan properti rumah seken melimpah sementara konsumennya tidak bertumbuh secara signifikan maka harga menjadi sensitif terkoreksi sehingga lebih menguntungkan end user.

Jauh sebelum pandemi global covid-19, investasi properti merupakan bisnis yang relatif mudah dijalani dan tidak membutuhkan banyak waktu, sehingga banyak orang yang tergiur untuk mencobanya.

Apalagi di era digital 5.0 orang dengan leluasa dapat mengakses informasi termasuk di dalamnya tentang trend pasar yang menguntungkan dari bisnis ini.

Para investor/pemilik modal yang berasal dari beragam profesi tersebut diatas tadi berbondong-bondong berinvestasi properti dengan harapan gain di masa depan.