Keuntungan Investasi Tanah

Keuntungan aset tanah tidak hanya pada kenaikan harga lahan. Ada beberapa keuntungan lain yang bisa Anda dapatkan dari investasi jenis ini. Cek penjelasan berikut!

Fungsi Fleksibel

Tanah adalah properti yang memiliki fungsi beragam. Lahan kosong, tanpa ada bangunan bisa difungsikan untuk banyak kebutuhan. Misalnya perkebunan, lahan parkir, disewakan, atau untuk kebutuhan lainnya. Kondisi ini membuat peruntukkan lahan sangat lentur sesuai dengan kebutuhan.

Aset Jangka Panjang

Tak hanya memiliki fungsi fleksibel, di sisi lain tanah adalah aset jangka panjang yang tidak akan mudah hilang. Biasanya, tanah yang hilang disebabkan karena bencana alam. Umumnya tanah yang hilang adalah tanah di pinggir pantai yang hilang karena abrasi. Juga tanah di pinggir sungai. Seiring pelebaran sungai, atau longsor, aset tanah tersebut bisa lenyap. Di luar dua lokasi itu, kecil kemungkinan tanah bisa hilang dan tak bisa dicuri. Berbeda dengan aset bergerak lainnya seperti emas, mobil, atau barang koleksi, bisa hilang atau dicuri. Sehingga keunggulan ini, membuat tanah banyak yang melirik.

Minim Perawatan

Di antara aset properti lainnya, tanah adalah investasi paling minim membutuhkan perawatan. Rumah, apartemen, ruko, gudang, atau bangunan lain, jelas membutuhkan perawatan. Belum lagi, aset-aset tersebut, akan membutuhkan biaya renovasi jika sudah masuk waktu tertentu. Sedangkan tanah, paling hanya membutuhkan pagar, agar tak diserobot.

Atau jika Anda ingin investasi tanah kavling akan lebih bagus. Sebab, investasi tanah kavling minim perawatan, dan bisa dijual untuk rencana hunian. Biasanya harganya menjadi berkali lipat.

Baca juga: Pilihan Tanah Kavling dari Bentuk & Jenisnya, Lengkap Tips Membeli

Kekurangan Investasi Tanah

Tapi tak ada investasi yang sempurna. Semua investasi jelas memiliki kelemahan masing-masing. Demikian juga dengan investasi lahan ini, simak beberapa kekurangan investasi tanah.

Butuh Dana Besar

Tanah tak bisa dibeli sedikit atau sebagian dulu. Kebanyakan, tanah dijual dengan kondisi utuh. Jarang orang mau menjual aset tanah hanya sebagian atau sedikit demi sedikit. Sebab, penjualan yang sebagian ini butuh proses pecah sertifikat yang makan biaya dan waktu. Sehingga, mereka yang berinvestasi tanah biasanya memiliki modal dana yang besar.

Bukan Sumber Pemasukan Tetap

Ingat tanah jarang yang bisa menghasilkan yield (hasil sewa) secara berkala. Sebab jarang orang mau menyewa tanah. Untuk itu, aset tanah tak bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan tetap. Keuntungan dari investasi tanah bisa diperoleh melalui capital gain, alias keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual. Proses menjual dengan selisih harga ini juga butuh waktu bertahun-tahun. Sehingga hasilnya hanya bisa dipetik jangka lama.

Bukan Sumber Penghasilan Pasif

Berbeda dengan properti rumah, ruko, atau apartemen. Tanah jarang bisa dijadikan sumber penghasilan pasif dari biaya sewa. Jarang ada orang mau menyewa tanah. Jika Anda mengharap penghasilan pasif jangan investasi tanah. Pilihan yang bisa dilakukan adalah investasi tanah kavling. Investasi tanah kavling ini cenderung lebih cepat dipetik hasilnya karena membeli tanah luas dan dijual dalam luasan lebih kecil.

Pertimbangan dalam Memilih Tanah

Dengan penjelasan di atas, tentunya Anda mulai bisa menimbang untung rugi investasi tanah. Jika Anda memang berniat berinvestasi tanah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan.

Pilih lokasi yang strategis dan datar

Lokasi adalah mantra dalam investasi properti. Dengan lokasi yang strategis, maka akan banyak orang yang mengincar tanah Anda. Apalagi, jika Anda tahu arah perkembangan tata ruang di wilayah tanah tersebut, maka Anda akan tahu dalam beberapa tahun kelak, tanah Anda akan dekat dengan lokasi apa. Kontur tanah datar juga membuat harganya lebih bagus. Sebab, jika kontur tanahnya miring, maka akan butuh biaya lebih jika akan didirikan bangunan.

Bandingkan Harga Tanah

Untuk mendapatkan harga tanah yang wajar, Anda bisa membandingkan harga tanah incaran dengan harga tanah di lokasi sekitarnya. Sebab, biasanya harga ini tak jauh beda. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membandingkan dengan harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Harga NJOP ini biasanya tertera dalam tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Baca juga: 3 Cara Menghitung Harga Tanah dengan Tepat dan Lengkap

Periksa Legalitasnya

Investasi yang bagus adalah investasi yang legal. Untuk itu jika ingin investasi tanah, maka Anda harus membeli tanah yang legal. Periksa legalitas tanah di Kantor BPN setempat. Apakah sertifikat tanahnya, apakah dijadikan agunan atau tidak, atau apakah dalam sengketa atau sudah klir.