Desain Arsitektur Rumah yang Menyatu dengan Lanskapnya

Konsep desain Eco House kini tengah menarik perhatian banyak orang, dari profesional hingga awam. Bagaimana bangunan rumah bisa menyatu dengan lanskapnya, memiliki tujuan agar hunian tidak hanya layak untuk ditempati, tetapi juga mampu mengurangi masalah lingkungan.

Merancang arsitektur rumah yang mampu menyatu dengan lanskapnya tentu memiliki tantangan tersendiri. Kepekaan akan kondisi eksisting lingkungan, faktor estetika, serta pemenuhan fungsi rumah itu sendiri diperlukan agar penghuni tetap mendapat kenyamaan dan keamanan.

Salah satu karya luar biasa yang mewujudkan arsitektur rumah yang menyatu dengan lanskapnya ialah proyek taman mutiara house di Kota Cimahi karya arsitek Wastu Cipta Parama. Rumah modern minimalis berkarakter tropis ini memberi perspektif baru dalam perancangan hunian yang ramah lingkungan.

Ingin tahu lebih lanjut? Berikut ulasannya.

1. Tampilan modern tropis

Konsep modern tropis terlihat dari tampilan rumah yang menggunakan atap miring, penggunaan warna netral, aplikasi batu alam pada pagar, hingga ventilasi yang maksimal.Bahkan, bisa dilihat pula terdapat secondary skin berupa kisi-kisi fasad yang menghalangi bukaan jendela besar di dinding depan rumah. Pengaplikasian kisi-kisi fasad seperti ini sangat cocok untuk rumah yang ingin menyatu dengan lanskap karena bisa menjadi lubang angin, tetapi juga meredam sinar matahari. Lebih dari itu, unsur estetika juga bisa terpenuhi.

Hal lain yang tak kalah menarik perhatian dari desain rumah tinggal satu ini ialah taman yang berada satu level di atas garasi.

2. Taman bertingkat

Membangun rumah di lahan yang berkontur akan menjadi tantangan tersendiri. Melakukan cut and fill mungkin bisa dilakukan, tetapi tentu memerlukan biaya ekstra dan risiko lingkungan. Oleh karena itu, mengikuti pola kontur lahan bisa dilakukan agar konsep menyatu dengan lanskap tidak sekadar tampilan visual.

Pengaplikasian konsep ini pada proyek rumah Taman Mutiara House menjadikan ruang tamu berada di lantai atas. Area taman pun menjadi tinggi mengikuti kemiringan kontur sehingga tampak seperti bertingkat. Alhasil, nuansa hijau lebih terekspos bahkan dari arah depan rumah.

3. Bukaan luas

Menghadirkan nuansa alam ke dalam ruangan bisa dilakukan dengan membuat bukaan yang luas, baik melalui pintu atau jendela.

Cara ini pula yang dilakukan pada Taman Mutiara House di mana pintu dan jendela kaca mengisi dinding ruang. Alhasil, pemandangan lanskap berupa taman dan kolam di luar ruang bisa dihadirkan ke dalam rumah.

Tidak hanya aspek view atau pemandangan, sensasi masuknya cahaya matahari dan udara ke dalam rumah juga memberi pengalaman berbeda dibanding rumah yang tertutup.

4. Atap hijau

Pada bagian belakang, rumah ini memiliki kontur yang lebih tinggi dari pada area depan. Kondisi ini dimanfaatkan dengan membuat tambahan ruang sehingga bagian tanah berupa slope menjadi atap hijau.

Konsep atap hijau yang ditumbuhi rumput atau vegetasi seperti ini akan menambah kesejukan pada bagian dalam rumah. Namun begitu, penerapannya memerlukan perlakuan khusus pula agar tetap aman dan tidak membahayakan.

5. Optimalisasi lahan

Terkait dengan konsep menyatu dengan lanskap yang diterapkan pada proyek Taman Mutiara House, optimalisasi lahan menjadi bagian penting. Hal ini jelas terlihat dari pemanfaatan lahan kontur yang maksimal, baik secara fungsi maupun estetika.

Bahkan, minimnya area untuk taman bisa diatasi melalui penerapan atap hijau.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk merancang rumah agar lebih menyatu dengan lanskap?