Oke, lalu bagaimana cara dan proses memecah sertipikat tanah warisan?
Ada dua pilihan untuk memecah sertipikat tanah warisan. Diurus sendiri ke kantor pertanahan, atau Anda serahkan ke PPAT. Jika Anda serahkan urusannya ke PPAT, tak repot. Namun jika Anda ingin tahu, prosesnya seperti ini.

Pertama, para ahli waris, harus membuat Surat Keterangan Waris (SKW) yang disaksikan oleh 2 orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa/Lurah tempat tinggal pewaris.

Dengan berbekal SKW, maka pemohon bisa menuju ke kantor pertanahan di mana lokasi tanah waris tersebut. Minta dan isilah formulir permohonan pemecahan sertipikat. Lengkapi dengan identitas diri, kartu keluarga. Sertakan sertipikat tanah yang asli. Jika ada perubahan peruntukkan tanah, maka sertakan izin perubahan tanahnya. Misalnya, awalnya tanah tersebut adalah kebun. Namun kemudian dipakai menjadi ruko. Jangan lupa sertakan bukti bahwa tanah itu sudah dipenuhi kewajiban pajaknya.

Jika permohonan sudah masuk dan diberi tanda terima, maka proses idealnya adalah pengukuran. Tanah yang hendak dipecah akan diukur sesuai dengan permohonan. Petugas pengukur akan mengukur dan memetakan tanah sesuai dengan pemecahan yang dimohonkan.

Hasil dari pengukuran ini nanti diterbitkan menjadi surat ukur yang ditandatangani petugas pengukuran dan pemetaan. Dengan surat ukur ini maka diterbitkan sertifikat.

Berapa biaya memecah sertipikat tanah warisan?
Nah, untuk biaya ini besarannya relatif. Tergantung beberapa faktor.

Pertama, dipecah menjadi berapa sertipikat. Makin banyak dibagi, makin besar biayanya. Kedua, peruntukkan tanah buat apa. Tanah untuk pertanian memiliki tarif berbeda dengan tanah komersil. Faktor ketiga di mana tanah itu berada dan peruntukkan tanah buat apa. Wilayah di mana tanah berapa sangat mempengaruhi berapa Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Makin strategis sebuah lokasi, biasanya NJOP juga makin besar. Alias biayanya juga akan makin tinggi. Tanah di kota besar seperti Jakarta, jelas akan lebih mahal harganya dibanding dengan tanah di pedesaan yang jadi kebun. Tentu tanah waris yang jadi kafe di Jakarta yang dibagi kepada 5 ahli waris akan lebih mahal biaya pemecahan sertipikatnya jika dibandingkan dengan tanah kebun di pedesaan yang hanya dibagi kepada 2 ahli waris.